Pengalaman budidaya sarang walet Begini Cara memulainya

budidaya sarang walet Begini Cara memulainya

Budidaya sarang walet lengkap dengan panduannya.

Burung walet merupakan salah satu burung yang habitat alaminya ditebing dekat dengan laut.

walet biasanya membuat sarang dari air liurnya, atau sering disebut juga dengan iler walet (bahasa jawa) dan atau dalam bahasa ilmiahnya disebut juga dengan saliva.

sarang burung walet ini sendiri memiliki nilai jual yang sangat tinggi, mekipun tidak setinggi tahun tahun awal burung ini mulai dibudidaya, meskipun begitu harga sarang burung walet saat ini terbilang cukup menggiurkan hingga saat ini terbukti dari orang tua saya yang sudah memulai usaha budidaya ini sejak saya memasuki masa smp sampai sekarang, saya sudah menyelesaikan pendidikan S1 saya disalah satu perguruan tinggi biayanya ya selalu dibantu dengan penjualan sarang burung walet ini.

Dan saya sedari kecil sudah tahu benar bagaimana orang tua memulai usaha pembuatan gedung walet ini mulai dari nol saat awal benar proses pembuatan gedung, saya bahkan yang melumuri gedung dengan kotoran walet yang di campur air sebelum ada burung yang tinggal. hehehe ☺☺
Tapi ya alhamdulilah walet ini bertahan hingga sekarang ini.
Dan pada kesempatan yang sangat istimewa ini saya ingin membagikan pengalaman cara budidaya sarang walet.

Burung Walet sendiri merupakan burung pemakan serangga yang suka meluncur seperti pesawat luncur. Memiliki sifat setia yang akan selalu pulang kesarang yang sama seberapa jauhpun dia pergi mencari makan, setiap sore hari akan selalu pulang keasalnya. oleh sebab itu burung walet ini sangat sulit sebenarnya untuk dibudidaya, mungkin karena itu harga sarang nya tergolong sangat mahal. Untu memudahkan anda mengenal burung yang satu ini saya akan memberikan sedikit ciri ciri yang mudah dikenali dari burung walet.

Burung walet memiliki ciri ciri sebagai berikut :

ciri khusus burung walet
ciri khusus burung walet

1.Berwarna gelap keseluruan, kalaupun ada warna lain pastilah sangat sedikit
2.berukuran tubuh sedang/kecil, kurang lebih seukuran burung gereja
3.terbangnya cepat
4.memiliki sayap berbentuk sabit yang melengkung dan meruncing,
5.memiliki kaki dan paruh sangat kecil
6.tidak bisa berjalan dengan kakinya sehingga tidak pernah hinggap di pohon.
7.mempunyai kebiasaan berdiam di gua atau rumah yang cukup lembab, remang-remang dan gelap
8.menggunakan langit-langit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.
9.Mencari makan serangga yang terbang terutama pada sore hari sudah mulai surup.

 

untuk sarang walet memiliki ciri ciri sebagai berikut :

 

memulai usaha budidaya sarang walet

 

  1. Berwarna putih, jadi sangat berbeda dengan sarang burung kebanyakan.
  2. Berbentuk keras seperti adonan kerupuk yang sudah padat.
  3. Berbau khas mungkin jika kalian mencium secara langsung akan langsung tau.
  4. Berbentuk seperti mangkok kecil jika diibaratkan, jadi tidak seluruhnya tertutup
  5. Biasanya menempel pada dinding atau gua dengan posisi bagian atasnya terbuka.

Proses Dan Cara Budidaya Burung walet

1. Pembuatan Gedung tempat tinggal walet (gedung walet)

 

desain gedung walet
desain gedung walet

 

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, walet tinggal didaerah yang gelap dan lembab sehingga gedung calon tempat budidaya walet dibuat sangat rapat hanya terdapat :

  • 1 pintu masuk untuk pemilik
  • lubang lubang udara yang ditutup dengan kain jarang/hitam disetiap sisinya kiurang lebih 1 meter 1 lubang untuk memastikan oksighen bisa masuk (lihat nomer 1 gambar di atas).
  • 1 jendela di bagian lantai paling atas gedung untuk pintu masuk walet (gambar nomer 3).

Setiap gedung biasanya terdiri dari minimal 2 sampai 5 lantai, tergantung pemilik, tapi jika milik saya adalah sekitar 4 lantai, sedangkan di lantai bagian paing bawah dibuat seperti kolam dan di isi air.
Begitu juga di bagian luar gedung dibuat seperti parit keliling yang mengelilingi gedung ditujukan untuk minum walet dan mencegah semut dan binatang lain masuk ke gedung dan memankan telor burung walet.
Didalam gedung dipasangi speaker kecil kecil berjumlah banyak atau biasa kami sebut dengan istilah sreete yang kemudian diputarkan suara burung walet sepanjang hari (lihat gambar nomer 2 diatas).

Tujuannya untuk membuat walet merasa berada dihabitatnya. Dan mengundang kawanan lain untuk tinggal.
Untuk pendirian gedung walet sebaiknya jauh dari suara bising atau lingkungan terlalu ramai karena walet bisa tidak betah dan pindah.
Oh iya setelah gedung selesai dibuat atau direnovasi kita bisa menempelkan kotoran walet yang telah dicampur dengan air kemudian di tempelkan rata keseluruh bagian dalam gedung untuk membuat gedung berbau seperti walet hal ini bisa mengundang walet untuk tinggal.
Untuk proses pengudangan walet pertama saya tidak bisa menjelaskan proses detailnya karena ini murni dari keberuntungan dan juga strategi yang diterapkan setiap orang tentu berbeda beda. Dan tentu saja cara satu dengan yang lain belum tentu sama kesuksesannya.
Tapi biasanya ada beberapa orang yang menggunakan obat khusus yang disemprotkan didinding atau ada beberapa meminta bantuan pada peternak lain untuk diberikan calon indukan.

2. Makanan

Untuk makanan anda tidak perlu mempusingkannya karena walet akan mencari makanan sendiri.
tapi sekedar saran bagi yang hendak mendirikan rumah walet karena biaya yang di keluarkan tidak sedikit, perlu di perhatikan hal hal berikut :

pilih lokasi yg pas di areal sumber pakan alami. bisa pinggiran hutan.persawahan. pinggiran aliran sungai. setidaknya pilih diateal lintasan walet. dan kalau anda memilih diaereal sentra yang padat gedung walet. harapan tipis, kenapa?

karena sifat walet yang setia, dan koloni enggan berpisah dengan temanya kcuali terganggu.
diperlukan penataan tata ruang suhu kelembaban yang ideal. sehingga walet mudah survei dan menginap.

3. Perawatan

Untuk perawatan biasanya parit dan klam air selalu diisi setiap beberapa hari sekali untuk mencegah air surut /kering dan mengakibatkan gedung menjadi panas.
biasanya gedung di semprot dengan obat perangsang untuk memancing walet betah tinggal.

4. Hama

Walet memiliki banyak hama yang mengganggu sehingga anda hrus memperhatikan benar keamanan gedung, beberapa hama walet diantaranya adalah :

  • Semut
  • Burung hantu atau elang dan pemakan burung kecil lainnya.
  • Kadal/tokek
  • tikus
  • kecoa dan masih banyak lagi

Untuk penanganannya tentu berbeda beda tapi biasanya setiap peternak walet pasti memiliki senapan angin yang dipakai untuk menembak burung predator atau hanya untuk sekedar menakut nakutinya.

5. Panen

Sarang burung walet dapat dipanen bila keadaan sudah memungkinkan, perlu cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik. karena Jika terjadi kesalahan saat proses menanen akan berakibat fatal bagi burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu dan pindah tempat. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola dan waktu pemanenan. Pola panen sarang burung dapat dilakukan oleh pengelola gedung walet dengan beberapa cara, yaitu:

1. Panen Penetasan
Pada cara ini sarang dipanen ketika anak walet menetas dan sudah bisa terbang. Kelemahan nya adalah, mutu sarang
rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya.
tapi keuntungannya adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang
dan aman sehingga polulasi burung dapat meningkat.

panen ini paling cocok dilakukan pada awal awal untuk memperbanyak koloni dan memperbanyak sarang burung walet dan merupakan salah satu cara cepat meningkatkan populasi walet.

.

2. Panen Buang Telur
Cara ini dilakukan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. keuntungan panen ini yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan telurnya.

3. Panen rampasan
Cara ini dilaksanakan setelah sarang siap
dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur.
Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas
sarang burung bagus dan total produksi sarang burung pertahun lebih
banyak. Kelemahan cara ini tidak baik dalam pelestaraian burung walet
karena tidak ada peremajaan.
Kondisinya lemah karena dipicu untuk
terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada waktu istirahat.
Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi
air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan
bertelur.

 

waktu panen walet adalah:

 

panen walet

1. Panen 4 kali setahun

Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang dihuni dan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama dilakukan dengan pola panen rampasan.
Sedangkan untuk panen selanjutnya dengan pola buang telur.

2. Panen 3 kali setahun

Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu, panen tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang telur.

3. Panen 2 kali setahun

Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk memperbanyak populasi burung walet dan membuat walet betah.

PASCAPANEN

Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor.

mungkin hanya itu yang bisa berwirausaha.net bagikan kali ini tentang cara budidaya sarang walet , semoga bermanfaat dan sukses selalu dengan usaha anda.

63 Comments

  1. hery
  2. ahmad muhtar
  3. endang
  4. ikram
  5. Burhan
  6. Totok
  7. Nalla
  8. ahmadi
  9. gharisya
  10. Uliniam
  11. joys
  12. NN
  13. Ajir
  14. junaedi
  15. iswandi
  16. Dimas
      • Dimas
  17. Dimas
  18. Syuyadi
  19. Wahya
  20. Latifah
  21. Mulyadi
  22. Yoso Susriarto
  23. Epan
  24. rahma
  25. Indah Cahyani
  26. anwar
  27. Oom Jack
  28. agung
  29. Eka

Reply