Pengalaman budidaya sarang walet Begini Cara memulainya

budidaya sarang walet Begini Cara memulainya

Budidaya sarang walet lengkap dengan panduannya.

Burung walet merupakan salah satu burung yang habitat alaminya ditebing dekat dengan laut.

walet biasanya membuat sarang dari air liurnya, atau sering disebut juga dengan iler walet (bahasa jawa) dan atau dalam bahasa ilmiahnya disebut juga dengan saliva.

sarang burung walet ini sendiri memiliki nilai jual yang sangat tinggi, mekipun tidak setinggi tahun tahun awal burung ini mulai dibudidaya, meskipun begitu harga sarang burung walet saat ini terbilang cukup menggiurkan hingga saat ini terbukti dari orang tua saya yang sudah memulai usaha budidaya ini sejak saya memasuki masa smp sampai sekarang, saya sudah menyelesaikan pendidikan S1 saya disalah satu perguruan tinggi biayanya ya selalu dibantu dengan penjualan sarang burung walet ini.

Dan saya sedari kecil sudah tahu benar bagaimana orang tua memulai usaha pembuatan gedung walet ini mulai dari nol saat awal benar proses pembuatan gedung, saya bahkan yang melumuri gedung dengan kotoran walet yang di campur air sebelum ada burung yang tinggal. hehehe ☺☺
Tapi ya alhamdulilah walet ini bertahan hingga sekarang ini.
Dan pada kesempatan yang sangat istimewa ini saya ingin membagikan pengalaman cara budidaya sarang walet.

Burung Walet sendiri merupakan burung pemakan serangga yang suka meluncur seperti pesawat luncur. Memiliki sifat setia yang akan selalu pulang kesarang yang sama seberapa jauhpun dia pergi mencari makan, setiap sore hari akan selalu pulang keasalnya. oleh sebab itu burung walet ini sangat sulit sebenarnya untuk dibudidaya, mungkin karena itu harga sarang nya tergolong sangat mahal. Untu memudahkan anda mengenal burung yang satu ini saya akan memberikan sedikit ciri ciri yang mudah dikenali dari burung walet.

Burung walet memiliki ciri ciri sebagai berikut :

ciri khusus burung walet
ciri khusus burung walet

1.Berwarna gelap keseluruan, kalaupun ada warna lain pastilah sangat sedikit
2.berukuran tubuh sedang/kecil, kurang lebih seukuran burung gereja
3.terbangnya cepat
4.memiliki sayap berbentuk sabit yang melengkung dan meruncing,
5.memiliki kaki dan paruh sangat kecil
6.tidak bisa berjalan dengan kakinya sehingga tidak pernah hinggap di pohon.
7.mempunyai kebiasaan berdiam di gua atau rumah yang cukup lembab, remang-remang dan gelap
8.menggunakan langit-langit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.
9.Mencari makan serangga yang terbang terutama pada sore hari sudah mulai surup.

 

untuk sarang walet memiliki ciri ciri sebagai berikut :

 

memulai usaha budidaya sarang walet

 

  1. Berwarna putih, jadi sangat berbeda dengan sarang burung kebanyakan.
  2. Berbentuk keras seperti adonan kerupuk yang sudah padat.
  3. Berbau khas mungkin jika kalian mencium secara langsung akan langsung tau.
  4. Berbentuk seperti mangkok kecil jika diibaratkan, jadi tidak seluruhnya tertutup
  5. Biasanya menempel pada dinding atau gua dengan posisi bagian atasnya terbuka.

Proses Dan Cara Budidaya Burung walet

1. Pembuatan Gedung tempat tinggal walet (gedung walet)

 

desain gedung walet
desain gedung walet

 

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, walet tinggal didaerah yang gelap dan lembab sehingga gedung calon tempat budidaya walet dibuat sangat rapat hanya terdapat :

  • 1 pintu masuk untuk pemilik
  • lubang lubang udara yang ditutup dengan kain jarang/hitam disetiap sisinya kiurang lebih 1 meter 1 lubang untuk memastikan oksighen bisa masuk (lihat nomer 1 gambar di atas).
  • 1 jendela di bagian lantai paling atas gedung untuk pintu masuk walet (gambar nomer 3).

Setiap gedung biasanya terdiri dari minimal 2 sampai 5 lantai, tergantung pemilik, tapi jika milik saya adalah sekitar 4 lantai, sedangkan di lantai bagian paing bawah dibuat seperti kolam dan di isi air.
Begitu juga di bagian luar gedung dibuat seperti parit keliling yang mengelilingi gedung ditujukan untuk minum walet dan mencegah semut dan binatang lain masuk ke gedung dan memankan telor burung walet.
Didalam gedung dipasangi speaker kecil kecil berjumlah banyak atau biasa kami sebut dengan istilah sreete yang kemudian diputarkan suara burung walet sepanjang hari (lihat gambar nomer 2 diatas).

Tujuannya untuk membuat walet merasa berada dihabitatnya. Dan mengundang kawanan lain untuk tinggal.
Untuk pendirian gedung walet sebaiknya jauh dari suara bising atau lingkungan terlalu ramai karena walet bisa tidak betah dan pindah.
Oh iya setelah gedung selesai dibuat atau direnovasi kita bisa menempelkan kotoran walet yang telah dicampur dengan air kemudian di tempelkan rata keseluruh bagian dalam gedung untuk membuat gedung berbau seperti walet hal ini bisa mengundang walet untuk tinggal.
Untuk proses pengudangan walet pertama saya tidak bisa menjelaskan proses detailnya karena ini murni dari keberuntungan dan juga strategi yang diterapkan setiap orang tentu berbeda beda. Dan tentu saja cara satu dengan yang lain belum tentu sama kesuksesannya.
Tapi biasanya ada beberapa orang yang menggunakan obat khusus yang disemprotkan didinding atau ada beberapa meminta bantuan pada peternak lain untuk diberikan calon indukan.

2. Makanan

Untuk makanan anda tidak perlu mempusingkannya karena walet akan mencari makanan sendiri.
tapi sekedar saran bagi yang hendak mendirikan rumah walet karena biaya yang di keluarkan tidak sedikit, perlu di perhatikan hal hal berikut :

pilih lokasi yg pas di areal sumber pakan alami. bisa pinggiran hutan.persawahan. pinggiran aliran sungai. setidaknya pilih diateal lintasan walet. dan kalau anda memilih diaereal sentra yang padat gedung walet. harapan tipis, kenapa?

karena sifat walet yang setia, dan koloni enggan berpisah dengan temanya kcuali terganggu.
diperlukan penataan tata ruang suhu kelembaban yang ideal. sehingga walet mudah survei dan menginap.

3. Perawatan

Untuk perawatan biasanya parit dan klam air selalu diisi setiap beberapa hari sekali untuk mencegah air surut /kering dan mengakibatkan gedung menjadi panas.
biasanya gedung di semprot dengan obat perangsang untuk memancing walet betah tinggal.

4. Hama

Walet memiliki banyak hama yang mengganggu sehingga anda hrus memperhatikan benar keamanan gedung, beberapa hama walet diantaranya adalah :

  • Semut
  • Burung hantu atau elang dan pemakan burung kecil lainnya.
  • Kadal/tokek
  • tikus
  • kecoa dan masih banyak lagi

Untuk penanganannya tentu berbeda beda tapi biasanya setiap peternak walet pasti memiliki senapan angin yang dipakai untuk menembak burung predator atau hanya untuk sekedar menakut nakutinya.

5. Panen

Sarang burung walet dapat dipanen bila keadaan sudah memungkinkan, perlu cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik. karena Jika terjadi kesalahan saat proses menanen akan berakibat fatal bagi burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu dan pindah tempat. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola dan waktu pemanenan. Pola panen sarang burung dapat dilakukan oleh pengelola gedung walet dengan beberapa cara, yaitu:

1. Panen Penetasan
Pada cara ini sarang dipanen ketika anak walet menetas dan sudah bisa terbang. Kelemahan nya adalah, mutu sarang
rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya.
tapi keuntungannya adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang
dan aman sehingga polulasi burung dapat meningkat.

panen ini paling cocok dilakukan pada awal awal untuk memperbanyak koloni dan memperbanyak sarang burung walet dan merupakan salah satu cara cepat meningkatkan populasi walet.

.

2. Panen Buang Telur
Cara ini dilakukan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. keuntungan panen ini yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan telurnya.

3. Panen rampasan
Cara ini dilaksanakan setelah sarang siap
dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur.
Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas
sarang burung bagus dan total produksi sarang burung pertahun lebih
banyak. Kelemahan cara ini tidak baik dalam pelestaraian burung walet
karena tidak ada peremajaan.
Kondisinya lemah karena dipicu untuk
terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada waktu istirahat.
Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi
air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan
bertelur.

 

waktu panen walet adalah:

 

panen walet

1. Panen 4 kali setahun

Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang dihuni dan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama dilakukan dengan pola panen rampasan.
Sedangkan untuk panen selanjutnya dengan pola buang telur.

2. Panen 3 kali setahun

Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu, panen tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang telur.

3. Panen 2 kali setahun

Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk memperbanyak populasi burung walet dan membuat walet betah.

PASCAPANEN

Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor.

mungkin hanya itu yang bisa berwirausaha.net bagikan kali ini tentang cara budidaya sarang walet , semoga bermanfaat dan sukses selalu dengan usaha anda.

47 thoughts on “Pengalaman budidaya sarang walet Begini Cara memulainya”

  1. gans 696 says:

    sngat bermanfaat gan trimakasih

  2. Unknown says:

    Mantap banget gan artikelx… saya berencana membangun sarang walet tapi bukan dalam bentuk 1 gedung utuh,rencana nya saya pakai lantai 4 rumah saya, apakah memungkinkan ? Dan kira2 apa tips nya, trima kasih sebelumnya

    1. Riski Tri Wijaya says:

      bisa aja gan saya ada pengalaman liat bangunan walet yang juga lantai bagian atasnya di jadikan rumah walet..
      saya cuma bisa ngasih beberapa saran gan, walet itu gak betah sama keadaan bising jadi kalau bisa di lantai bawahnya jangan ada aktifitas yang terlalu bising berlebihan,..
      dan saran saya nanti kalau waletnya sudah mulai menghasilkan mending ngalah aja gan (pindah tempat tinggal), dari pada waletnya yang pindah …

  3. hery says:

    Saya berencana membangun usaha sarang burung walet tapi ga tau caranya
    Boleh ga saya belajar ke situ

    1. mas kiki says:

      emang sampean tinggal didaerah mana kalo boleh tau?

  4. ahmad muhtar says:

    Terima kasih… artikelx sangat bagus sekali…. perkenalkan saya Ahmad, tinggal di Maros rencana mo buat rumah walet…. dengan dinding dari seng spandek…. mohon saranx.
    terima kasih….

    1. mas kiki says:

      kalo dari seng saya belum punya pengalaman mas…tapi bukannya panas ya nanti di dalemnya?

  5. endang says:

    thanks artikelnya , tp mau belajar lagi lebih detail 😬 rencana sy mau usaha walet dikawasan sulawesi Tenggara , lokasinya dekat dengan hutan dan disana ada goa walet , yang lumayan dihuni oleh walet & jika saya bangun gedung walet disana apakah memungkinkan walet menghuni gedung yang saya bangun ???

    1. mas kiki says:

      kemungkinan si selalu ada yaa…
      selama tempat yang kita bangun ada habitat waletnya, yang jadi permasalahan itu bagaimana kita memenagemen dan membuat gedung itu supaya jadi tempat tinggal ideal bagi walet, jadi walet nyaman dan merasa seperti tinggal dihabitat alaminya….
      satu lagi saran saya banyak gedung yang kurang menghasilkan karena kurang terawat, jadi kalau bangun gedung setidaknya ada yang tinggal untuk menjaga biar gak di curi orang sekaligus ada yangmerawat gedung…

  6. ikram says:

    Mas, mw tnya nih… habitat walet itu apa ada dan bisa hidup di daerah pegunungan yg temperatur suhu rata-rata berkisar antara 15° c – 28° c dengan kelembaban udara antara 82-86%? kebetulan sy di daerah enrekang yg berbatasan dengan toraja di sulawesi selatan

    1. Riski says:

      pertanyaannya saya kembalikan lagi mas, di tempat yang mau sampean bangun gedung itu kira-kira ada waletnya tidak..?kalau ada berarti tempatnya sudah ideal untuk budidaya walet…
      kalau menurut saya untuk suhu dan temperatur itu kan bisa di akali dengan parit keliling dan kolam buatan dalam gedung…
      yang paling penting dan jadi pertimbangan pertama itu justru lokasi/di daerah sekitarnya ada habitat waletnya tidak…

  7. Burhan says:

    Pak sy mau tanya ? Sy skarang lgi bangun sarang walet..dan hampir selesai pmbgunan..kra2 untuk menara walet ukuran yg pling bagus brapa ya pak ?

    1. Riski says:

      kalau ukuran menara setau saya tidak ada ketentuan ukurannya pak…jadi silahkan bisa di sesuaiakan saja dengan diameter ukuran gedunnya bapak sendiri..
      kan bisa di kira-kira berdasarkan bentuk gedung yang telah di bangun,,

  8. boby says:

    Penjelasan semua jenis sarang walet sangat lengkap dan benar. Saya juga bergerak di bisnis ini. Bagi yang punya bahan baku walet bisa dijual kepada kami. atau bagi yang ingin membeli sarang walet juga bisa
    Terima Kasih min

    1. Riski says:

      terimakasih kembali atas kunjungannya, semoga sukses dengan usaha nya

  9. Totok says:

    mas Riski, mau tanya nih.. rumah saya di Mranggen, Semarang Timur, sekarang dihuni banyak seriti (bukan walet). Lalu bagaimanakah agar walet bisa segera masuk? Bagaimana mengetahui kalo daerah saya merupakan lintasan walet. Terimakasih sebelumnya.

    1. Riski says:

      cara termudahnya untuk tau daerah sampean itu lintasan walet atau bukan coba diperhatikan menjelang surup (magrib) biasanya burung walet pulang kesarangnya (bisa gua atau gedung walet peternak lain)..
      perhatikan ciri cirinya burungnya…kalau walet ciri cirinya sudah saya jelaskan diartikel diatas seperti:
      terbang meluncur, berwarna hitam, dan biasanya terbang berkelompok…
      kalau untuk gedung walet yang tidak dihuni biasanya emang dijadikan tempat tinggal burung seriti, saran saya coba cari obat seprot untuk mengundang kawanan walet, coba dateng ke toko obat ternak dan tanya obat untuk mengundang kawanan walet…
      (tapi yang perlu di ingat penyemprotan hanyalah sebuah usaha, saya juga tidak bisa jamin bakalan sukses ya mas)…
      semoga berhasil dan semoga gedungnya lekas dihuni walet

  10. Nalla says:

    Maaf gan saya pemula ni,,,,mau tanya berapa bagetnya buat gedungnya ,trims

    1. Riski says:

      untuk biaya pembuatan saya tidak bisa memastikan habis berapa, karena kan nantinya disesuaikan lagi dengan gedung yang mau kita buat seperti apa,.. semakin besar dan bagus tentu akan semakin banyak habis budgetnya…
      tapi kalau saya dulu menghabiskan biaya sampai diatas 300 juta untuk gedung 4 lantai dengan panjang 2 kali ukuran lapangan basket… sudah termasuk biaya pembelian salon kecil, untuk srete, biaya tukang , dan lain lain..

  11. ahmadi says:

    artikel ini sangatl lengkap terimkasih mas atas ulasan dan sarannya alhamdulilah walet saya sudah mulai ngisi walau baru satu dua ekor

  12. gharisya says:

    nice articel

  13. Uliniam says:

    Mas mau tanya rmh sy kan sudah sekitar 3 tahun tidak di huni nah 1 bulan yang lalu ada 6 sarang itu kira2 bakalan nambah jadi banyak ngga yak?
    Trus untuk proses penjualan nya gimana yah

    1. Riski says:

      kalo dirawat insyaallah bisa nambah mas, hati hati aja biasanya walet nggak nambah nambah karena di dalemnya hidup hewan predator seperti elang dan hewan lain, coba di cek sapa tau itu penyebabnya lama nambahnya…
      kalau penjual biasanya ada agen di tiap daerah yang mau beli, coba cari informasinya dari petani lain…

  14. joys says:

    saya punya bangunan 4 lantai tp tanpa sekat alias blong, apa itu penyebabnya sehingga lambat berisi? mksih sebelumnya.

    1. Riski says:

      sekat yang di bagian mana dulu ini yang sampean maksud mas?
      bukanya 4 lantai itu sudah sekatan??
      oh iya mungkin ada yang belum paham 4 lantai itu dari lantai 1 sampai lantai 4 harus tembus loh mas, maksudnya lantai di bangun hanya setengah ruangan setengahnya di biarkan saja tembus dari lantai 1 ke lantai paling atas..

  15. NN says:

    artikel yang sangat baik dan membantu bagi pemula dan yang ingin mulai berbisnis sarang burung walet.. saya juga berniat untuk memulai bisnis ini mulai dari nol, jadi pemahaman soal ini masih sangat minim dan awam mas. bisa tau lokasi mas nya dmana atau bisa konsultasi by phone or wa mungkin ?? lokasi saya di makassar mas, jika mas berkenan bisa email saya utk CP nya. trima kasih sebelumnya….

    1. Riski says:

      mohon maaf mas sebelumnya kalau memang ada yang kulang jelas atau ada yang perlu ditanyakan mengenai cara budidaya burung walet bisa langsung ditanyakan disini, kalau bisa insyaallah akan saya jawab…
      tujuannya supaya bisa untuk diskusi bersama sekalian biar teman-teman yang lain juga bisa membaca dan membantu mengoreksi jika saya salah..

  16. Ajir says:

    Makasih atas ilmunya moga berkah.kalo seng dari luar kemudian dalamnya pakai papan atau triplek gimana tu mas? Kira kira suhunya gk panas?

    1. Riski says:

      sama sama mas amin kalau memang bermanfaat..
      sebelumnya saya jujur belum pernah ada pengalaman mengenai pembuatan gedung menggunakan seng, tapi kalau triplek memang ada pernah menjumpai, khususnya bangunan yang tadinya rumah huni kemudian di tinggali walet biasanya pemilik akan segera pindah dan menutupi ruangan-ruangan dari cahaya dengan teriplek…

      tapi kalau saya boleh berpendapat menurut saya seng sebenernya bisa saja digunakan sebagai bahan pembuatan gedung terutama dibagian luar tapi sebaiknya memang di beri lapisan triplek, supaya :

      1. gedung rapat dan tidak banyak celah untuk hewan pemakan telur walet seperti yang saya jelaskan diartikel diatas memasuki gedung..
      2. cahaya yang masuk sebaiknya sangat minim supaya keadaan gedung tetap lembab,..
      3. kalau ada hujan air rembesan nya tidak membuat bagian dalam gedung menjadi mudah lapuk..

  17. junaedi says:

    Sy mau tx mas..sy dri sulbar sy rencana mau buat rumah walet dri kayu masalahx di tempat sy itu bxk pohon kelapa….brpa tingkat bgusx mas sy buat tlong mas kasih solusinya

    1. Riski says:

      pertama saya harus jujur saya belum ada pengalaman pembuatan rumah walet dengan kayu kelapa mas, jadi saya cuma bisa memberi saran:
      1. kalau ada petani walet lain yang menggunakan bahan gedung sama bisa langsung bertanya saja, karena lebih berpengalaman
      2. setahu saya kayu kelapa itu nggak tahan kalau kena air hujan mas, jadi sebaiknya dilapisi dengan semen..

  18. iswandi says:

    Mksh atas ilmunya mas moga tmbah berkah, klu cari suara panggil yg terbaik biar walet mau nginap dmn ya mas, mhon infonya

    1. Riski says:

      bisa download di internet banyak mas, atau bisa dafeng ke konter minta suntikin

  19. Dimas says:

    dimana beli perlengkapan alat perlengkapannya ya .klo bs yg otd biar puas klo sistem online saya kurang percaya ???

    1. Riski says:

      mohon maaf mas, saya cuma berbagai pengalaman bukan jualan…
      untuk perlengkapan silahkan langsung cari saja ke toko…
      terimakasih

      1. Dimas says:

        di daerah saya di jogja tidak pernah lihat penjual perlengkapan sarang walet

        1. Riski says:

          perlengkapan apa yang sampean maksud tidak ada?
          untuk salon sreete (salon kecil) bisa cari di toko peralatan elektronik, untuk bahan baku pembuatan gedung seperti semen, besi, dan paralon untuk ventilasi udara bisa dicari di toko bangunan,..
          kalau untuk obat bisa di cari di toko pakan dan obat ternak..

  20. Dimas says:

    saya pikir untuk walet butuh ampli dan twetter khusus .sperti merk piro/ audax bgtu …

    1. Riski says:

      ya kalau ampli dan sretee mau pake apa itu terserah kita mas…
      setau saya nggak ada ketentuan harus pake merek merek tertentu, karna yang terpenting itu kan fungsinya

      1. Aisya says:

        Mau tanya , ampli fungsinya untuk apa ya

        1. Riski says:

          ampli fungsinyasebagai penguat suara untuk mengatur suara salon dalam gedung, intinya apli digunakan untuk mengatur suara..
          mungkin bisa langsung di tanya ke bengkel audio yang lebih paham

  21. Syuyadi says:

    Suhu di rbw saya perlu di benahi
    Jam 6 pagi sampe 12 siang suhu 27 sampe 28..menjelang jam 12.30 sampe 22.00 suhu mainx 29 sampe 30 c
    Jam 22.30 sampe jam 6 pagi suhu 28 sampe 27
    Yg menjadi pertanyaan saya bgm cara menstabilkan suhu di dlm ruanga rbw yg mulai pagi sampe pagi mainx 27 sampe 28 c…beberpa cara sdh saya tempuh gedung saya luasx 8 x 15 m berlantai 2..hanya lantai 2 saya pergunakan
    1.memakai kabut air 2 biji satu set timer dari jam 11.30 sampe 3 subuh jalan dan satu mesin lagi untuk ukur kelembapan jika kurang dr 90 maka otomatis hidup
    2.memakai ventilasi 4 inchi sebanyak 11 buah dgn ukutan bangunan 8mx15m
    3.memakakai hause fan dimana putaran kipas ambil udara dari luar gedung masuk ke dalam gedung supaya suhu dan kelembapan terjaga itu jalan 24 jam non stop
    4.di dlm rbw saya ada pasang baskom air di tambah dgn kipas angin agar suhu di dlm normal dan terjaga kelembapanx
    5.membeli karung goni dan di basahi pakai air dgn cara merendamkan karung goni di dlm ember agar karung goni i ni di harapkan menstabilkan suhu di dlm rbw dan karung goni dan pasir yg dimana di basahi dgn mesin kabut air
    Itu cara cara saya jalani tapi kenapa sampai skrg blm dapat menurunkan suhu saya yg 29 dan 30 menjadi 27 dan 28 di siang hari apa ada ide atau masukan buat saya pak riski….infox tks
    Cara cara apalagi yg bisa di tempuh agar 100 persen suhu bisa di bikin menjadi 27 atau 28 c…minta masukanx

    1. Riski says:

      kalau tempat saya nggak ada pengatur suhu khusus kayak punya sampean mas cuma pake pendingin alami, hehehe
      kalau tempat saya cara mengatur suhunya dengan cara : dibagian luar gedung (bagian tembok luar) dibuat kolam dari semen yang nyatu langsung ke tembok luar dan kolam keliling gedung ini diisi air, jadi dinding luar gedung dan parit keliling inilah pending nya suhunya, jadi kalau panas otomatis tembok akan ngeresap air dan semen temboknya nggak akan terlalu panas karena langsung nempel ke air

  22. Wahya says:

    Mas burung walett sama burung seriti apa yah bedanya kalo boleh share. Mksih.
    Oia satulagi saya ada rumah lama tak ditempati terus kmren saya liat ada sarang walet skitr 16 sarangnya, kira kira biar nertambah bnyak gmna ya mass.

    1. Riski says:

      setahu saya Perbedaan nya diantaranya :
      Burung walet memiliki ukuran sayap yang lebar serta terbuka dan ukuranya lebih lebar bila di bandingkan dengan burung sriti.
      Pada bagian pangkal burung walet warnanya agak gelap kecoklat coklatan namun apabila kita lihat pada burung sriti pangkal ekornya berwarna putih.
      Habitat burung sriti banyak kita temukan diperumahan gedung tua…

  23. Aisya says:

    Klo di perumahan suatu kabupaten bisa ngga’? Rencanax mau buat lantai 3 rumahku soalx banyak burung walet biasa beterbangan .. trimakasih sblmx

    1. Riski says:

      bisa saja selama ada burung nya mbak, tapi saran saja di pastikan apakah benar disana itu banyak burung walet, atau jangan2 itu bukan burung walet…
      karena kadang orang awam sulit membedakan burung walet dan burung sriti..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *