Skip to content

Peluang Usaha Budidaya Kepiting Bakau

Budidaya kepiting bakau adalah salah satu peluang usaha yang menarik, terutama jika Anda tinggal di daerah pesisir atau memiliki akses ke wilayah berair. Kepiting bakau adalah komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan yang stabil, terutama dalam industri kuliner.

Budidaya kepiting bakau atau sering disebut juga dengan kepiting lumpur, adalah salah satu bentuk usaha perikanan budidaya yang populer. Kepiting bakau adalah jenis kepiting yang hidup di wilayah perairan payau atau berair payau, seperti tambak-tambak lumpur, mangrove, dan daerah estuari yaitu badan air setengah tertutup di wilayah pesisir, dengan satu sungai atau lebih yang mengalir masuk ke dalamnya, serta terhubung bebas dengan laut terbuka. Kebanyakan muara sungai ke laut membentuk estuari; namun tidak demikian jika bermuara ke danau, waduk, atau ke sungai yang lebih besar.

Anda pernah makan kepiting? Makanan dari olahan kepiting khususnya kepiting bakau ini cukup populer dan memiliki banyak sekali penggemarnya khususnya para pencinta kuliner seafood atau makanan laut.
Nah Kali ini berwirausaha akan memberikan sedikit ulasan tentang bagaimana sih peluang usaha budidaya kepiting ini jika dikerjakan nya, dan bagaimana melihat peluang usaha yang satu ini?

Sebenarnya kepiting bakau habitat alaminya banyak ditemukan hidup disekitaran rawa rawa yang banyak di tumbuhi tumbuhan bakau makanya disebut oleh masyarakat disebut dengan sebutan kepiting bakau.

Kenapa Harus Memilih kepiting bakau?

Salah satu alasan kenapa berternak dan membudidaya kepiting bakau bisa sangat menjanjijan karena Harga perkilo gram kepiting bakau yang sangat mahal dipasaran salah satu penyebabnya karena masih sulitnya untuk mendapatkan kepiting jenis ini, jika hanya mengandalkan hasl dari buruan tidak akan mencukupi, khususnya untuk memenuhi pesanan dari rumah makan yang menjajakan menu seafood.
Sedangkan semakin hari pesanan dari konsumen kepiting bakau terus saja semakin meningkat, sehingga tercipta sebuah gagasan jika peluang usaha budidaya kepiting ini masih sangat menjanjikan keuntungan jika di kerjakan.

Apa Itu Kepiting Bakau

usaha budidaya kepiting bakau

Kepiting bakau memiliki nama ilmiah Scylla spp, juga dikenal sebagai kepiting lumpur, adalah jenis kepiting yang hidup di wilayah perairan payau atau berair payau, seperti hutan mangrove, tambak lumpur, dan daerah estuari.

Kepiting bakau banyak ditemukan di daerah-daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama di wilayah Asia Tenggara, Australia Utara, dan daerah Pasifik. Mereka cenderung hidup di lingkungan yang memiliki peralihan antara air tawar dan air laut, seperti daerah estuari, hutan mangrove, dan tambak lumpur.

Ciri-ciri Kepiting Bakau:

Berikut ciri ciri umum yang bisa digunakan untuk membedakan kepiting bakau:

  1. Kepiting bakau memiliki cangkang yang lebih keras dan kuat jika dibandingkan dengan kepiting air tawar.
  2. Kepiting bakau memiliki cakar-cakar yang kuat yang digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk melindungi diri dan mencari makan. Warna cangkangnya bervariasi, mulai dari hijau kecoklatan hingga kehitaman.
  3. Warna Variatif: Warna cangkang kepiting bakau bervariasi, dari hijau kecoklatan hingga kehitaman. Variasi warna ini membantu mereka menyamarkan diri di lingkungan lumpur dan vegetasi mangrove.
  4. Kaki Renang: Meskipun umumnya hidup di lumpur, kepiting bakau memiliki kaki renang yang memungkinkan mereka berenang dalam air. Ini membantu mereka berpindah tempat dalam mencari makanan dan mencari lingkungan yang lebih baik.

Habitat dan Distribusi

Kepiting bakau banyak ditemukan di daerah-daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama di wilayah Asia Tenggara, Australia Utara, dan daerah Pasifik. Mereka cenderung hidup di lingkungan yang memiliki peralihan antara air tawar dan air laut, seperti daerah estuari, hutan mangrove, dan tambak lumpur.

Perilaku dan Makanan

Kepiting bakau adalah hewan omnivora, yang berarti mereka makan beragam jenis makanan. Mereka memakan sisa-sisa organik, tumbuhan, hewan kecil seperti ikan-ikan kecil, moluska, krustasea kecil, dan juga serangga. Mereka dapat berenang di air atau berjalan di lumpur untuk mencari makanan.

Peran dalam Ekosistem

Kepiting bakau memiliki peran penting dalam ekosistem mangrove dan tambak. Mereka membantu menjaga keseimbangan ekosistem dengan menjadi pemangsa alami bagi beberapa organisme yang hidup di lingkungan mangrove. Selain itu, aktivitas menggali lubang-lubang di lumpur oleh kepiting bakau membantu sirkulasi air dan oksigenasi tanah, serta memberikan tempat berlindung bagi beberapa spesies lain.

Peran dalam Industri Perikanan

Kepiting bakau memiliki nilai ekonomi yang tinggi dalam industri perikanan dan kuliner. Kepiting bakau sering dianggap sebagai makanan lezat dan menjadi bahan utama dalam berbagai hidangan, seperti kepiting saus padang, kepiting asam manis, dan lain-lain. Permintaan yang tinggi terhadap kepiting bakau telah mendorong perkembangan budidaya kepiting bakau sebagai usaha perikanan budidaya yang menguntungkan.

Cara budidaya Kepiting Bakau

Ada beberapa hal yang harus anda siapkan jika hendak membudidayakan kepiting diantaranya :

Pemilihan Lokasi

Pilih lokasi budidaya yang sesuai, seperti tambak lumpur atau kolam berair payau. Kondisi air dan lingkungan perlu mendukung pertumbuhan kepiting.

Kepiting biasa hidup di rawa rawa jadi anda harus membuat lingkungan buatan semirip mungkin dengan lokasi asli kepiting yang bisa dengan mudah terus anda awasi. Ada 2 jenis metode yang biasanya digunakan dalam budidaya Kepiting bakau, yaitu :

  1. Metode Kurungan, yaitu dengan membuat kurungan terbuat dari anyaman bambu yang disusun secara teratur menyesuaikan kondisi kolam. pastikan anda meLetakkan sebaik mungkin agar kepiting juga tidak dapat lolos dan juga kurungan tersebut harus mendapatkan pasang surut air cukup.
  2. Karamba, Selain menggunakan kurungan, dapat juga menggunakan karamba.
    Buatlah kerek dari bahan bambu, dan sesuaikan dengan lokasi karamba apung anda.
    Jangan lupa untuk menggunakan pelampung (gabus/bola/sejenisnya) agar karamba tersebut tidak tenggelam.

Pembuatan Tambak

Buatlah tambak atau kolam dengan ukuran yang sesuai. Pastikan ada akses ke air tawar dan air laut, serta pemantauan sistem air yang baik.

Pemilihan Bibit

Dapatkan bibit kepiting bakau dari peternakan atau sumber yang terpercaya. Bibit harus sehat dan memiliki ukuran yang seragam.

Pemberian Pakan

Kepiting bakau adalah hewan omnivora, jadi berikan pakan alami seperti cacing, udang, ikan kecil, ikan kecil, usus ayam, kulit sapi, kulit kambing, bekicot, keong sawah dan sisa pertanian (misalnya, dedaunan) yang dihancurkan, sayuran hijau dan masih banyak lagi.

Pertumbuhan dan Perawatan

Biasanya Untuk kepiting dengan berat 150 gram sudah terdapat telur, Kepiting akan bertelur selama sekitar 10-15 hari, tergantung indukan saat dibudidayakan. Proses perkawinan biasanya menggunakan bantuan manusia.

pantau terus pertumbuhan kepiting secara berkala. Bersihkan kolam dari lumpur dan kotoran, serta lakukan pengendalian hama jika diperlukan.

Panen

Proses panen dilakukan ketika kepiting telah mencapai ukuran yang sesuai dan berat yang diinginkan. Kepiting yang sudah matang dapat dijual.

Ada teknik Caranya memegang kepiting, jika sembarangan jari anda bisa terjepit, caranya yaitu dengan memegang bagian bawah tubuhnya/belakang yang jauh dari capit, kemudian ikatlah tubuh kepiting dan japitnya dengan tali sebelum anda memasukkan kedalam keranjang panen.

Perhatikan wadah yang digunakan saat panen, memang benar kepiting bisa hidup lama tanpa air, namun lebih baik di berikan sedikit untuk membuatnya nyaman dan tidak mati karena kering kekurangan air.

Pasca Panen

Persiapkan kembali keramba dan kurungan yang akan anda gunakan lagi, perbaikilah jika terdapat kerusakan.

Pemasaran

Pemasaran dapat dilakukan dengan menjual langsung ke pasar ikan, restoran, atau melalui saluran distribusi lainnya. Juga, pertimbangkan pemasaran online untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Tantangan Budidaya Kepiting

Tantangan: Budidaya kepiting bakau memerlukan pemahaman yang baik tentang teknik budidaya, manajemen air, dan pengendalian penyakit. Faktor lingkungan seperti perubahan suhu dan tingkat salinitas juga dapat memengaruhi pertumbuhan kepiting.

Seperti semua bentuk usaha, keberhasilan dalam budidaya kepiting bakau memerlukan pengetahuan, perencanaan yang baik, dan komitmen dalam menjalankan usaha ini. Jika Anda tertarik, sebaiknya lakukan riset lebih lanjut, konsultasi dengan ahli, dan belajar dari pengalaman petani kepiting yang sukses.

Perlu diingat bahwa budidaya kepiting bakau memerlukan pengetahuan dan komitmen yang cukup besar. Anda perlu memahami aspek-aspek teknis dan manajemen dalam usaha ini. Sebelum memulai, disarankan untuk mengikuti pelatihan atau konsultasi dengan para ahli dalam budidaya kepiting bakau.

Komentar yuk!

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.