6 Januari 2017

budidaya jamur tiram serta tips budidaya bagi pemula

usaha budidaya jamur tiram

usaha budidaya jamur tiram
source pixabay



Apakah kalian suka mengkonsumsi jamur tiram?

jamur ini memang merupakan salah satu jamur yang banyak digemari masyarakat karena rasanya yang kenyal, enak, tinggi kandungan nutrisi dan berserat. cocok untuk menjadi bahan sayuran, sup, ataupun dapat diolah dan dikonsumsi dalam bentuk keripik yang lebih praktis.


Selain rasa yang enak ternyata jamur tiram juga bisa dibudidaya dan berpotensial untuk mendatangkan keuntungan.
Membudidayakan jamur tiram memiliki beberapa kelebihan , diantaranya yaitu

  • dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan limbah organik yang ada di sekitar kita.
  • Bekas media tempat tanaman jamur yang berupa kompos bisa langsung digunakan sebagai pupuk kolam ikan,makanan ikan, atau habitat untuk memelihara cacing umpan.
  • tidak membutuhkan lahan yang besar .
  • Jenis jamur tiram memiliki harga yang tinggi dipasaran.
  • Jamur tiram memiliki kandungan gizi yang cukup besar.



Kandungan Nilai Gizi pada jamur tiram 

Faktanya jamur tiram kaya akan protein, bahkan lebih tinggi dibandingkan tempe dan daging ayam. Asam amino yang dikandung jamur tiram juga sangat lengkap diantaranya :
lisin, triptofan, valin, metionin, threonin, leusin, fenilalanin, isoleusin, dan histidin.

Jamur ini juga dilengkapi dengan mineral penting, seperti kalsium, kalium, magnesium, fosfor, dan zat besi. Jamur tiram juga mengandung vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, dan vitamin C. Asam folat, Flofastin,Zat Gluca, pleuran
jamur tiram juga mengandung karbohidrat, sedikit kalori, tinggi dalam air dan serat..


Tips Budidaya Jamur Tiram

Untuk budidaya jamur, membutuhkan beberapa ruangan khusus yang terdiri atas:

1. Ruang Persiapan

Ruang ini memiliki fungsi sebagai tempat melakukan kegiatan seperti pengayakan, sterilisasi, pengadukan, pencampuran, dan pewadahan media tumbuh kembang jamur.
Disini biasanya bahan bahan calon tempat tumbuh kembang biak jamur disiapkan dan dicampur untuk mendapatkan komposisi ideal untuk menumbuhkan jamur. Bahan yang biasanya dignakan antara lain adalah bubuk kayu, tanah, ragi, pupuk atau lain lain.
Plastik plastik berisi serbuk kayu dan bahan lain sebagai media tumbuh jamur sering juga dikenal dengan sebutan Log atau (baglog).

Baca juga >>  Lengketnya untung dari Budidaya Ketan Dan Cara Tanam

2. Sterilisasi

sterisilasiTahapan sterilisasi menggunakan alat sterilizer untuk mematikan bakteri, mikroba, kapang, ataupun khamir yang merupakan faktor yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur. Sterilisasi biasanya dilakukan pada rentang suhu 90 hingga 100 derajat Celcius selama kurang lebih 12 jam.

3. Ruang Inokulasi

Ruang ini berfungsi sebagai tempat mempersiapkan media tanam dan peletakan bibit. Ruangan Inokulasi ini harus bersih dan tidak memiiki ventilasi terlalu banyak agar terhindarkan dari kontaminasi mikroba yang lain. Yang bisa merusak atau mengganggu pertumbuhan jamur tiram.
Adapun bibit jamur yang baik yaitu berumur antara 45 – 60 hari, varitas unggul, tidak terkontaminasi, dan warna bibit merata.

4. Ruang Inkubasi

ruang tempat tanam jamur
raung inkubasi jamur tiram

Ruang Inkubasi ini berfungsi sebagai tempat tumbuhnya miselium (bakal jamur) pada media tanam yang sudah di inokulasi. Proses inkubasi dilakukan hingga warna putih merata ke seluruh media, biasanya kana tercapai merata antara 40 hingga 60 hari masa inkubasi. Suhu ruangan harus diatur antara 22 sampai 28 derat Celcius dengan tingkat kelembaban 60 hingga 80 persen. Ruangan ini perlu dilengkapi dengan rak-rak sebagai tempat meletakkan media tanam (log) atau kantong plastik berisi bahan campuran seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

5. Panen Jamur

Panen tentu dapat dilakukan setelah jamur mencapai pertumbuhan optimal. Pemanenan dilakukan selama 5 hari setelah calon jamur tumbuh, atau bisa di sesuaikan dengan ukuran yang di tentukan. Ada beberapa hal-hal yang yang perlu diperhatikan saat proses pemanenaan diantara nya yaitu:
Sebaiknya pemanenan dilakukan di pagi hari untuk mempertahankan kesegaran jamur.
gunakan pisau yang sudah disterilkan. Hindari menggunakan kuku tangan (gunakan sarung tangan plastik).
Jamur yang dipanen sebaiknya disisakan pangkalnya sedikit.
Hindari media yang terlalu terang.

Demikian artikel tentang budidaya jamur tiram. Semoga bermanfaat!

SHARE:
budidaya 0 Replies to “budidaya jamur tiram serta tips budidaya bagi pemula”
Riski
Lulusan S1 informatika, bekerja sebagai fulltime blogger, content writter, dan android developer... Berpengalaman bekerja dari sma, dan sekarang memilih menjalani usaha kecil kecilan.. pencinta musik folk, yang gemar membaca, menulis, dan membuat game...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.