Pengalaman Kena Denda PLN Dan Cara Mengatasinya

Pengalaman Kena Denda PLN – Apakah anda merasa pernah mengotak ngatik segel pada meteran listrik PLN (pembangkit Listrik Negara) atau mungkin pernah mencoba mengganti tegangan atau daya MCB akibat meteran sering njepret/nyetek sendiri?

Jika tidak sebaiknya sesekali coba cek lagi apakah terdapat kerusakana atau mungkin cacat dimeteran anda, dan bisa anda temukan maka sesegera mungkin lakukanlah pelaporan ke kantor PLN terdekat.

Karena nanti kalau sewaktu waktu pihak PLN melakukan sidak anda memiliki bukti pelaporan terkait kerusakan. karena jika tidak maka bersiap siaplah anda di akan di datangi petugas PLN yang tiba tiba mencabut listri dari rumah anda, karena di anggap sengaja melakukan perusakan terhadap segel PLN. Seperti yang saya alami beberapa waktu yang lalu.

Apa Itu Denda PLN

Denda pln sebenarnya merupakan istilah yang sering kita gunakan untuk menggambarkan tindakan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik(P2TL) yang di lakukan oleh pihak PLN kepada konsumennya. P2TL sendiri adalah rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pemeriksaan, tindakan dan penyelesaian yang dilakukan oleh PLN terhadap instalasi PLN dan/atau instalasi pemakai tenaga listrik dari PLN.

sumber: situs resmi pln

Pembebanan denda kepada konsumen oleh PLN diatur dalam Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 1486.K/DIR/2011 tentang Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Dulunya pelaksanaan P2TL ini disebut dengan OPAL PLN. 

kenapa kita sebagai pengguna bisa di denda?

Sebenarnya bukan denda

Pengalaman Kena Denda PLN Dan Cara Mengatasinya
ilustrasi pemeriksaan meteran oleh Petugas PLN

Kronologi Pengalaman Didenda PLN

Sebelumnya saya akan menceritakan awal mula kejadian nya sampai bisa kena denda oleh pihak pln.

Saya adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta, karena jauh dari rumah disini saya tinggal mengontrak koskosan. Koskosan kami adalah kontrakan berbentuk bedengan  dengan 1 token listrik untuk 3 kamar, jadi secara nggak langsung biaya listrik dibeli secara bersama dengan sistem sokongan. Mungkin karena kesal selalu di tagih membayar listrik tetangga saya ini meminta kawannya mengotak atik meteran agar LOS listrik.

Kejadiannya bermula diawal tahun lalu saya melihat ada salah teman tetangga kontarakan saya membawa obeng dan mencoba mengotak ngatik segel pada meteran listrik PLN. Awalnya saya kira dia Cuma membetulkan kabel yang terkelupas tapi setelah saya perhatikan lagi ternyata dia sedang mengotak ngatik kabel pada meteran, dan sempat saya tegor.

Saya : ngapain mas? Awas nanti kena denda PLN lo.

Dia : nggak tenang aja, nanti kalo ditanya bilang aja nggak tau.

Saya : terserah tapi resiko tanggu sendiri ya.

diatas adalah percakapan saya dengan tetangga

Sekitar 5 bulan berlalu dan aman aman saja, jujur saya juga sempet merasa kurang nyaman karena takut soalnya meteran ini nggak pernah minta di isi pulsa dan tetap mengalirkan listrik, sedangkan warna pada meteran nya yang semula berwarna hijau atau merah tiba tiba berubah menjadi warna kuning, dan di bagian angka yang biasanya menunjukkan sisa pulsa itu berubah tulisannya menjadi “periksa”.

Dan benar saja bulan ketuju atau keenam kalau nggak salah ada seorang petugas PLN datang dan mengambil foto meteran kami, saat itu kondisi kontrakan sedang kosong jadi tidak ada yang tau jika ada petugas PLN datang.

Tapi tetangga depan kontarakan ada yang melihat, Dia bilang tadi ada petugas PLN datang kesini terus memfoto meteran kalian beberapa kali, dikira kalian sengaja melakukan pencurian listrik.

Sontak saja hal itu membuat saya ketakutan. Akhirnya saya beranikan diri menegor  tetangga saya saya sampaikan kalau tadi kontarakan kita di datengi pihak pln dan saya suruh kembalikan meterannya seperti semula, dia juga panik, karena dia sendiri menyuruh orang untuk mengotak ngatik meterannya dan memang sempet di coba di kembalikan tapi ternyata tetap tidak bisa.

Advertisement

Baru 7 hari berikutnya kontarakan saya kembali didatangi oleh 3 petugas pln dan hari itu juga listrik dan meteran di kontarakan kami di cabut, tapi lebih seramnya lagi kali ini petugas pln tersebut datang dengan di dampingi juga dengan 2 orang petugas polisi, dan sukurnya saat itu nggak ada orang di rumah tapi petugas pln tersebut menitipkan surat berisi surat panggilan untuk datang ke kantor PLN.

Intinya isi Surat yang ditinggalkan petugas PLN itu berisi panggilan untuk menghadiri sidang terkait perusakan atau membuka segel. Setelah datang ke kantor PLN, besok nya tanpa buang buang waktu langsung saya datang ke kantor PLN yang di maksud, disana di jelaskan jika kami melakukan pelanggaran P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) akibat pelanggaran Pemakaian Tenaga Listrik milik PLN.

Dan jenis pelanggaran kami termasuk yang cukup berat, yakni masuk golongan p11. Untuk yang mungkin belum tau apa itu P itu singkatan dari kata “pelanggaran”, dan jenis jenis Pelanggaran tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Golongan I (P I ) yaitu pelanggaran yang mempengaruh batas daya.
  2. Golongan II (P II ) yaitu  pelanggaran yang mempengaruhi pengukuran energi
  3. Golongan III (P III ) yaitu pelanggaran yang mempengaruh batas daya dan mempengaruh pengukuran energi;
  4. Golongan IV (P IV) yaitu pelanggaran yang di lakukan oleh Bukan Pelanggan.

Kami di berikan sebuah lembar hutang bernama surat piutang dan lembar denda non-taglis atau (non tagihan listrik). Yang harus di bayarkan atau kami akan di berhentikan selamanya menjadi pelanggan pln dan tidak akan bisa lagi mengajukan pemasangan kembali seumur hidup dengan nama yang sama. Atau lebih buruk bisa di  kenakan pidana berupa hukuman penjaran dan di tambah denda karena dilaporkan melakukan tindakan pidana kasus pencurian listrik.

Dan lebih menakutkannya lagi kami dikenakan denda sampai 8 juta awalnya kalo nggak salah, tapi setelah dimenjelaskan dengan baik dan jujur jika kami tidak tau menahu perihat perusakan dan tidak berniat menghindari penagihan, akhirnya petugas PLN berbaik hati dan mau meringankan beban denda dan membayar cicialn

Meski sudah diturunkan segitu banyak kami masih keberatan karena jujur saja kami ini Cuma anak kosan yang untuk makan saja pas pasan dan akhirnya pihak PLN memberi keringanan lagi berupa cara pembayaran denda pln dapat di cicil sampai dengan 3 kali, dengan uang muka pemasangan ulang meteran sebesar 500 ribu diawal, lalu selanjutnya setiap bulan kami harus menyetor uang 750 ribu.

Setelah biaya DP pemasangan awal 500 ribu besok nya meteran sudah kembali dipasang dengan biaya ongkos tukang untuk pmasangan 100 ribu.

Lalu setiap bulannya kami rutin membayar 750 ribu, dan tidak pernah telat dibayarkan atau sampai jatuh tempo bayar karena hukumannya bisa di cabut permanen meskipun denda sudah hampir lunas..
tapi dibalik semua itu Saya masih bersyukur benar saat itu petugas pln nya mau berbaik hati dan memberi keringan,.

Oh iya untuk yang mungkin belum tau cara membayar denda pln itu dilakukan dengan mengirimkan uang nya melalui kantor pos, setelah sebelumnya kita di beri nomer rekening milik pln dan  nantinya nomer tersebut akan menjadi alamat penyetoran uang.

Cara PLN Menentukan Denda?

buat teman teman yang mungkin masih penasaran bagaimana prosedur yang dilakukan pln dalam menentukan denda bisa dilihat dari ilustrasi di bawah ini.

Pelanggaran Golongan I (PI ) :
Rumus Perhitungan denda untuk pelanggaran ini sebagai berikut:
Untuk Pelanggan yang dikenakan Biaya Beban
TS1 = 6 X {2 X Daya Tersambung (kVA) } X Biaya Beban (Rp/kVA);
Untuk Pelanggan yang dikenakan Rekening Minimum
TS1 = 6 X (2 X Rekening Minimum( Rupiah) pelanggan sesuai Tarif Dasar Listrik)

Rumus Perhitungan denda Pelanggaran Golongan II (PII ) :
TS2 = 9 X 720 jam X Daya Tersambung X 0,85 X harga per kWh yang tertinggi pada golongan tarif pelanggan sesuai Tarif Dasar Listrik;

Rumus Perhitungan denda Pelanggaran Golongan III (P III ):
TS3 = TS1 + TS2;

Rumus Perhitungan denda Pelanggaran Golongan IV (PIV) :
a. Untuk daya kedapatan sampai dengan 900 VA :
TS4 = {(9 x (2 x (daya kedapatan (kVA)) x BiayaB eban(Rp/kVA)))}+ {(9 x
72O jam x (daya kedapatan (kVA)) x 0,85 x Tarif tertinggi pada golongan tarif sesuai Tarif Dasar Listrik yang dihitung berdasarkan Daya Kedapatan) )
b. Untuk daya kedapatan lebih besar dari 900 VA :
TS4 = {(9 x (2 x 40 jam nyala x (daya kedapatan (kVA)) x Tarif tertinggi pada golongan tarif sesuai Tarif Dasar Listrik yang dihitung berdasarkan Daya Kedapatan)) + {(9 x 720 jam x (daya kedapatan (kVA)) x 0,85 x Tarif tertinggi pada golongan tarif sesuai Tarif Dasar Listrik yang dihitung Berdasarkan Daya Kedapatan)).

Nah itu tadi cerita pengalaman saya, kalau ada teman teman yang punya cerita dan ingin dibagikan bisa ditambahkan dikolom komentar dibawah. semoga bermanfaat sampai jumpa

Advertisement

86 Comments

  1. Rizal
      • ERIS
        • yanto cusoy
  2. sam
  3. Evy yunitha
  4. no name
  5. umi
  6. Ai khoiriah
    • Victoria
  7. Endar
      • Rusmin
  8. edy
  9. edy
  10. edy
      • edy
      • edy
          • edy
          • edy
  11. edy
  12. Yoga
    • rudin
  13. Baddick
    • edy
    • Tina
  14. IDA
    • PELAYANAN PELANGGAN
      • rani
  15. Reza
  16. dewi
  17. Tina
    • edy
  18. edy
  19. Evan
    • edy
  20. maulana
  21. Rio
  22. Yanni rachman
  23. livy
  24. Ita
  25. Gregor
  26. Rida
  27. Antareza
  28. Andi Abdul Syukur
  29. Andi
  30. Reza
  31. era
  32. Damres Franchy Tambunan
  33. PUJI
  34. yanto cusoy
  35. Imah
  36. Naf
  37. Jarot
    • Dinda Susi
      • Jarot
        • Sering Mati Lampu
  38. Alex
    • lamriana
  39. Neng Nur
  40. lamriana
  41. isna hakiki
  42. Andri
  43. Adi
  44. Mima
  45. didi
    • Tuwie
  46. Dimas

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.