5 Januari 2017

Ulasan Usaha Budidaya Udang dan Tambak

Saya yakin anda semua yang membaca tulisan ini Pernah mengkonsumsi yang namanya udang, udang sendiri adalah salah satu makanan idola yang banyak menjadi primadona dibeberapa rumah makan khususnya rumah makan sea food.

usaha tambak udang

Udang adalah sejenis hewan konsumsi yang mudah ditemukan diperairan berukuran besar, misalnya seperti sungai, danau ataupun laut.
Udang umumnya terdapat 2 jenis yaitu, yang hanya bisa hidup di air tawar maupun air asin.
Sebagai makanan Udang sangat diminati masyarakat terutama karena mempunyai rasa yang sangat lezat. Selain itu udang juga memiliki kandungan gizi yang sangat baik, seperti kalsium dan protein hewani.
Udang dapat diolah menjadi aneka macam kuliner nikmat, seperti :

  • udang lobster goreng sambal pedas.
  • Peyek udang.
  • Bakwan udang.
  • Rendang udang.
  • Dan masih banyak kuliner udang lainnya.

Apa saja Jenis Udang Yang Sering Dibudidaya?

Di indonesia sebenarnya banyak sekali jenis budidaya dan berikut ini adalah beberapa udang jenis udang yang cukup umum di budidaya petambak yaitu :

  • Jenis Udang galah (macrobrachium resenbergii de man).
  • Jenis Udang windu (penaes monodon).
  • Jenis Udang vaname (litopenaueus vanname).

Orang tua saya sendiri adalah seorang petambak yang memiliki tambak didaerah dipasena, tepatnya di blok 9, sudah mulai menjadi petambak sejak saya masih duduk dibangku SMA dan sampai sekarang masih menekuni profesi tersebut.
untuk jenis udang yang sering orang tua saya budidaya adalah jenis udang windu atau vaname, karena menurut beliau harganya yang cukup tinggi.
Untuk jenis lainnya yang tidak saya sebutkan terus terang Saya kurang tau.

Kenapa Budidaya Udang Layak Untuk Dilakukan?

Taukah anda jika udang merupakan salah satu jenis hewan budidaya yang memiliki harga cukup mahal jika di bandingkan dengan jenis hewan air budidaya lainnya seperti ikan.
Harga udang sangat mahal dipasaran dikarenakan proses budidaya nya sendiri bisa dikatakan tidak mudah, serta memerlukan perhatian secara khusus dan juga membutuhkan peralatan budidaya yang bisa dikatakan memiliki harga cukup mahal.

Apa saja yang di perlukan untuk budidaya udang?

karena orang tua saya adalah petambak tradisional sehingga segala
keperluan tambak di biayai sendiri. Dan peralatan yang diperlukan untuk
mendukung proses budidaya udang itu ada banyak sekali, seperti :

  1. memiliki tambak untuk tempat proses budidaya udang, ini merupakan modal paling besar yang harus dikeluarkan sebagai sarana budidaya.
  2. diesel atau generator listrik untuk menghidupkan kincir. Kincir air yang diperlukan untuk satu tambak biasanya 2 buah atau  lebih tergantung keperluan dan tingkat kepadatan tebaran bibit udang.
  3. pembelian pakan udang atau pelet.
  4. peralatan pendukung lain seperti waring, jala, serok, ember/bak dan masih banyak lagi.

Apakah menjadi petambak udang menguntungkan?

Saya tidak bisa mengatakan tidak, tetapi juga tidak berani mengatakan iya.
Karena sama seperti jenis usaha budidaya lainnya menjadi petambak udang ada kemungkinan gagal, tapi juga memiliki kemungkinan berhasil jauh lebih besar.
seperti yang saya utarakan sebelumnya menambak atau membudidaya udang itu tidak mudah, Jika panen berhasil satu kali musim tebar orang tua saya mampu memperoleh keuntungan bersih bisa mencapai 50 sampai 70 juta bahkan bisa jauh lebih tinggi lagi dengan catatan jika selama proses budidaya lancar dan tidak terjadi kendala apapun.
Tapi jika panen gagal juga tidak jarang hanya “pak-puk” alias balik modal bahkan pernah beberapa kali mengalami minus, karena pendapatan tidak menutup biaya perawatan dan produksi udang.

Panduan Teknis Serta Gambaran Cara budidaya Udang

Teknis budidaya dan alasan Kenapa usaha budidaya udang bisa menghabiskan begitu banyak pengeluaran ada banyak alasannya. Mungkin untuk anda yang belum tau benar bagaimana menjadi petambak akan bertanya

kok bisa modal membuat tambak udang begitu besar? tidak seperti membuat tambak ikan?

ya jelas berbeda udang lebih sulit di budidaya dan cenderung rapuh jika dibandingkan budidaya ikan.
berikut sedikit gambaran teknis yang terjadi pada proses budidaya udang  :

1. Persiapan tambak Tempat budidaya :

  1. Tiap kali selesai budidaya tambak perlu direparasi. proses reparasinya banyak, diantaranya perbaikan plastik tambak, pengangkatan lumpur dan membersihkan dasar tambak, membersihkan bagian tepi/pinggir tambak dari kerang atau anakan siput yang menempel dan masih banyak lagi.
  2. saya kurang tau jika budidaya tambak udang menggunakan kolam
    terpal, setahu saya untuk proses budidaya udang dalam skala besar, plastik
    terpal tidak akan cocok digunakan untuk budidaya karena akan rapuh
    terkena air. dan juga tidak seperti budidaya ikan proses budidaya udang dilakukan secara berkala dan continue jadi sama seperti proses cocok tanam padi yang harus ditanam saat musim tanam atau tebar benih tiba.

 2. persiapan benih :

  1. bibit udang atau benur diperoleh dari membeli pada pembudidaya lain atau petani khusus pengembang biak bibit udang.
  2. untuk size biasanya sudah ditentukan oleh penjualnya anda bisa langsung berdiskusi dengan penjual bibit terkait size yang akan anda budidaya.
  3. proses tebar dilakukan serempak atau bergiliran. 
  4. jumlah tebar bibit udang untuk tiap tambak bervariasi biasanya antara 5000 sampai 10000 ekor per tambak tapi tergantung juga dengan lebar tambak nya.
Baca juga >>  Kumpulan Ide Bisnis Sektor Pertanian

3. Perawatan udang :

  1. Biaya perawatan termasuk untuk obat dan vitamin udang.
  2. biaya listrik untuk menghidupkan kincir air. Semakin besar jumlah udang yang ditebar maka oksigen yang berada di dalam air tambak juga akan semakin tipis, oleh sebab itu saat udang sudah memasuki usia 2 bulan keatas biasanya penginciran akan dilakukan hampir sepanjang waktu, karena untuk menjaga suply oksigen didalam air tambak agar tetap terpenuhi.
  3. Udang tidak bisa bertahan dilingkungan yang bising, dan air tidak boleh tercemar karena bisa bisa udang akan mengapung, mati dan jika satu mati biasanya akan menulari semuanya. Maka dari itu kadang ada petambak yang terpaksa panen dini padahal size nya belum masuk dan harganya sangat murah.

catatan :
Saat memasuki umur tua dan mendekati masa masa panen biasanya petambak
tidak bisa beristirahat dengan tenang karena harus selalu berjaga
sepanjang malam dan berjaga jaga kalau kalau sewaktu waktu udangnya
mengambang.
Udang itu rewel, dan mudah sekali terserang penyakit,
makanya tidak boleh sembarangan orang luar boleh masuk kelingkungan
petambak karena bisa membawa penyakit.

4. Pemberian Pakan Udang :

  1. Biaya untuk pembelian pakan atau pelet, cukup besar.
  2. perawatan udang itu lamanya bisa berbulan bulan dan semakin besar size udangnya maka semakin besar jumlah pakan yang harus diberikan dan tentu saja biaya untuk pemberian pakan pun bertambah.
  3. Udang itu di beri pakan 3 atau 4 kali sehari biasanya nya pada saat pagi subuh, siang, sore dan malam hari. Dan waktu saat pemberian pakan udang ini harus rutin dan tidak bisa ditunda ataupun dirubah sama sekali karena itu makanya petambak jarang bisa pergi terutama saat masih belum panen, karena harus selalu memperhatikan pemberian pakan udang.

tips :
Pemberian pakan harus disesuaikan benar dengan usia dan jumlah tebar bibit, tidak boleh kurang atau berlebihan jika kekurangan pakan bisa bisa udang menjadi kuntet alias tidak bisa tumbuh besar. sedangkan bila kebanyakan malah bisa menjadi penyebab penyakit pada udang.

5. Panen Udang :

panen udang tambak Berikut ini gambaran tentang proses pemanenan udang:

  1. Udang di hargai berdasarkan size atau ukuran saat dipanen jadi bukan hanya berdasarkan berat total timbangan saja, tetapi dilihat lagi berdasarkan ukuran sizenya.
  2. Proses budidaya sampai panen biasanya dilakukan dalam kurun waktu antara 4 sampai 6 bulan, atau tergantung ketentuan dari size dan ukuran udang yang akan dipanen.
  3. Proses panen biasanya dilakukan dengan sistem gotong royong dan bergantian dilakukan perjalur (oleh petambak). 
  4. setelah panen biasanya dilakukan proses penyortiran kualitas udang.
  5. Sedangkan tempat penjualan biasanya ada pengepul udang khusus yang bertugas membeli panen dari para petambak ini.

Catatan :
Hal yang biasa menjadi masalah untuk para pembudidaya udang yaitu udang terpaksa harus dipanen lebih dini karena
banyaknya permasalahan atau kendala yang dihadapi, misalnya seperti udang terserang penyakit dan masih banyak lagi.

6. Penyakit penyakit yang umum menyerang udang :

 
1. kotoran putih (udang mencret) atau dalam bahasa ilmiah white feaces disease.
Ciri cirinya udang akan mengeluarkan kotoran putih putih terapung berbentuk seperti pasta gigi yang lembek. Penyakit ini disebabkan oleh perairan yang sudah kotor dan banyak lumpur sehingga membentuk gas amoniak yang membuatkan udang sakit. Cara mengatasinya yaitu dengan pembersihan dasar tambak atau biasa kami sebut dengan istilah (sipon).

2. Insang merah.
Ditandai dengan bagian depan bawah kepala udang atau sekitar insang terdapat warna merah pucat (seperti udang busuk), penyakit ini memang tidak langsung membunuh udang tetapi bisa membunuh secara perlahan lahan biasanya disebabkan oleh tingkat keasaman air tambak sangat tinggi karena buruknya pengolahan air tambak.

3. Penyakit bintik putih (white spot) 
penyakit ini merupakan penyakit udang yang cukup berbahaya karna menyerang dengan waktu yang cukup cepat dan penularannya hanya membutuhkan waktu beberapa hari atau dalam keadaan ekstim bisa dalam beberapa jam udang sudah mati semua.
Ciri ciri nya :

  1. Mudah mati saat menabrak kan badan kebenda yang ada di tambak seperti seperti bagian pinggir plastik tambak.
  2. Terdapat Bintik bintik putih yang tidak bisa dihilangkan meski kita gosok.
  3. Sensitif terhadap perubahan lingkungan dan cuaca, misal saat panas atau hujan cenderung cepat naik.

Penyakit ini menurut saya adalah penyakit yang sangat berbahaya karena disebabkan oleh virus, dan belum ditemukan Cara mengatasinya, paling kalau sudah mengalami seperti ini tambak terpaksa harus dipanen lebih awal untuk menghindari cepatnya penularan.

serta masih banyak Penyakit lainnya lagi seperti black spot dan nekrosis, dan lain lain. Tapi terus saya kurang paham untuk penyakit yang lainnya.

7. Kesimpulan

Modal untuk memulai usaha budidaya udang memang tidak sedikit tetapi potensi atau keuntungannya juga sangat besar sekali. dan tentu saja usaha tambak udang masih sangat menggiurkan, terlebih jika dilakukan dengan telaten dan bersungguh sungguh.

Mungkin Cuma itu dulu yang bisa berwirausaha bagikan kali ini, tentang gambaran usaha budidaya udang menggunakan tambak, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

SHARE:
budidaya One Reply to “Ulasan Usaha Budidaya Udang dan Tambak”
Riski
Lulusan S1 informatika, bekerja sebagai fulltime blogger, content writter, dan android developer... Berpengalaman bekerja dari sma, dan sekarang memilih menjalani usaha kecil kecilan.. pencinta musik folk, yang gemar membaca, menulis, dan membuat game...

COMMENTS

One comment on “Ulasan Usaha Budidaya Udang dan Tambak

    Author’s gravatar

    kami memiliki 600 ha lahan tambak sudah ada 2 petak ( 7 ha dan 17 ha) lokasi di kalimantan utara jika ada yang berminat berinvestasi silakan menghubungi 085222440659 ato anto_bunyu@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.